๐๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ 3 ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ถ๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ณ๐ช๐ต๐ช๐ด ๐๐ข๐ฌ ๐๐ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐ซ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐-๐๐ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ฑ๐ถ๐ฃ๐ญ๐ช๐ฌ."
Jika pada seri kemarin kita berbicara tentang kedaulatan digital yang tergadai, maka pada seri ini kita memasuki ruang yang lebih sunyi lagi: lembaga negara. Bukan presiden, bukan menteri, bukan panglima melainkan badan regulator, pengawas, dan institusi teknis yang bekerja jauh dari sorotan kamera.
Mereka tidak berpidato, tidak berkampanye. Namun dari meja merekalah keamanan pangan, obat, kendaraan, dan sistem perdagangan ditentukan. Perjanjian dagang resiprokal antara AS-RI memuat ketentuan yang secara perlahan menggeser fungsi regulator nasional dari penilai mandiri menjadi pengakui standar negara lain.
Salah satu ketentuan ๐๐จ๐ณ๐ฆ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐ฐ๐ฏ ๐๐ฆ๐ค๐ช๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ค๐ข๐ญ ๐๐ณ๐ข๐ฅ๐ฆ (ART) yang ditanda-tangani Presiden Amerika Serikat dan Presiden RI di Gedung Putih itu menyatakan: “๐๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข ๐ด๐ฉ๐ข๐ญ๐ญ ๐ข๐ค๐ค๐ฆ๐ฑ๐ต ๐ข ๐ฑ๐ณ๐ช๐ฐ๐ณ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐ข๐ถ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ช๐ป๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ… ๐ช๐ด๐ด๐ถ๐ฆ๐ฅ ๐ฃ๐บ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐.๐. ๐๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐๐ณ๐ถ๐จ ๐๐ฅ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ (๐๐๐) ๐ข๐ด ๐ด๐ถ๐ง๐ง๐ช๐ค๐ช๐ฆ๐ฏ๐ต ๐ฆ๐ท๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฆ…”
Terjemahan bebasnya: "Indonesia harus menerima persetujuan pemasaran yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sebagai bukti yang memadai."
Bagi konsumen, ini terdengar meyakinkan. FDA adalah lembaga regulasi obat dan makanan paling berpengaruh di dunia. Standarnya tinggi. Pengawasannya ketat. Keputusan mereka menjadi rujukan global.
Namun bagi kedaulatan regulasi, klausul ini berarti lembaga domestik seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM, ๐๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ญ ๐๐จ๐ฆ๐ฏ๐ค๐บ ๐ฐ๐ง ๐๐ณ๐ถ๐จ ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ฐ๐ญ) tidak lagi menjadi penilai utama dalam setiap kasus. Perannya bergeser dari evaluator menjadi pengakui. Bukan dihapus. Tetapi dialihkan.
Ketentuan serupa berlaku untuk produk pangan dan daging: “๐๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข ๐ด๐ฉ๐ข๐ญ๐ญ ๐ณ๐ฆ๐ค๐ฐ๐จ๐ฏ๐ช๐ป๐ฆ ๐๐๐๐ ๐๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐๐ข๐ง๐ฆ๐ต๐บ ๐๐ฏ๐ด๐ฑ๐ฆ๐ค๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ ๐๐ฆ๐ณ๐ท๐ช๐ค๐ฆ ๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐จ๐ฉ๐ต…” ("Indonesia harus mengakui pengawasan keamanan pangan oleh USDA.") Artinya, inspeksi keamanan pangan yang dilakukan otoritas Amerika dianggap memenuhi persyaratan Indonesia.
Dari perspektif perdagangan, ini mempercepat arus barang dan mengurangi biaya sertifikasi ganda. Dari perspektif regulasi, ini mengurangi kontrol verifikasi domestik. Dalam ekonomi global, kepercayaan terhadap standar negara lain mempercepat perdagangan. Namun kedaulatan regulasi bergantung pada kemampuan verifikasi mandiri. Amerika hendak mencerabut kedaulatan ini dari kita.
Ketentuan lain menyentuh sistem standar kendaraan: “๐๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข ๐ด๐ฉ๐ข๐ญ๐ญ ๐ข๐ค๐ค๐ฆ๐ฑ๐ต ๐ท๐ฆ๐ฉ๐ช๐ค๐ญ๐ฆ๐ด… ๐ค๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ญ๐ช๐ข๐ฏ๐ต ๐ธ๐ช๐ต๐ฉ ๐.๐. ๐๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ข๐ญ ๐๐ฐ๐ต๐ฐ๐ณ ๐๐ฆ๐ฉ๐ช๐ค๐ญ๐ฆ ๐๐ข๐ง๐ฆ๐ต๐บ ๐๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ณ๐ฅ๐ด…” ("Indonesia harus menerima kendaraan yang memenuhi standar keselamatan kendaraan federal Amerika Serikat.")
Standar keselamatan kendaraan AS memang tinggi. Pengakuan standar ini mempercepat akses pasar dan mengurangi biaya sertifikasi. Namun standar nasional tidak hanya tentang keselamatan. Ia juga berkaitan dengan kondisi jalan lokal, lingkungan tropis, kualitas bahan bakar, dan ekosistem industri domestik.
Standar teknis bukan sekadar prosedur; ia mencerminkan konteks nasional.
Perjanjian ini bahkan menyentuh aspek administratif bea cukai: “…๐ฆ๐ฏ๐ด๐ถ๐ณ๐ฆ ๐ณ๐ฆ๐ธ๐ข๐ณ๐ฅ ๐ฐ๐ง ๐ค๐ถ๐ด๐ต๐ฐ๐ฎ๐ด ๐ฐ๐ง๐ง๐ช๐ค๐ช๐ข๐ญ๐ด ๐ช๐ด ๐ฏ๐ฐ๐ต ๐ฃ๐ข๐ด๐ฆ๐ฅ ๐ฐ๐ฏ ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐จ๐ฆ ๐ฐ๐ง ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ๐ต๐ช๐ฆ๐ด…”_("memastikan penghargaan bagi petugas bea cukai tidak didasarkan pada persentase sanksi").
Sekilas ini tampak sebagai reformasi tata kelola yang baik. Sistem insentif berbasis denda dapat menciptakan konflik kepentingan. Banyak negara menghapus skema tersebut demi integritas birokrasi. Namun menarik bahwa pengaturan mekanisme penghargaan pegawai negara muncul dalam perjanjian internasional.
Ini menunjukkan bahwa perjanjian dagang modern tidak hanya mengatur arus barang, tetapi juga tata kelola institusi domestik.
Perjanjian ini juga mengharuskan penerapan praktik regulasi yang baik: “๐๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข ๐ด๐ฉ๐ข๐ญ๐ญ ๐ข๐ฅ๐ฐ๐ฑ๐ต ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐จ๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐ณ๐ฆ๐จ๐ถ๐ญ๐ข๐ต๐ฐ๐ณ๐บ ๐ฑ๐ณ๐ข๐ค๐ต๐ช๐ค๐ฆ๐ด…” Terjemahan: "Indonesia harus mengadopsi dan menerapkan praktik regulasi yang baik."
Transparansi, konsultasi publik, dan penggunaan data ilmiah adalah prinsip tata kelola modern yang memang diperlukan. Klausul ini selaras dengan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas regulasi.
Namun dalam konteks perjanjian perdagangan, standar tata kelola domestik menjadi bagian dari kewajiban internasional. Negara tidak hanya diharapkan mengatur perdagangan dengan baik, tetapi juga mengatur dirinya sendiri sesuai standar global.
Dalam sejarah modern, standar regulasi global berkembang seiring integrasi ekonomi. Organisasi internasional menetapkan standar penerbangan, keselamatan maritim, kesehatan, dan telekomunikasi.
Standar global meningkatkan interoperabilitas dan keselamatan. Namun mereka juga membentuk arsitektur kekuasaan regulasi.
Negara yang menetapkan standar memiliki pengaruh global. Negara yang mengikuti standar memperoleh akses, tetapi juga beroperasi dalam kerangka yang ditentukan pihak lain.
Bagi masyarakat awam, regulator adalah lembaga yang sering terasa jauh dan birokratis. Namun dalam kenyataan, mereka adalah penjaga keamanan sehari-hari: memastikan obat aman dikonsumsi, makanan layak dimakan, kendaraan aman dikendarai, dan produk tidak membahayakan kesehatan.
Kepercayaan publik terhadap regulator adalah fondasi perlindungan konsumen. Ketika standar global diakui, kepercayaan harus ditransformasikan dari kepercayaan nasional menjadi kepercayaan transnasional. Ini bukan hal baru. Namun implikasinya jarang dibahas.
Perjanjian dagang generasi lama berbicara tentang tarif. Perjanjian dagang generasi baru berbicara tentang regulasi. Tarif menurun. Standar meningkat. Regulasi terharmonisasi.
Perdagangan modern tidak lagi terhambat oleh bea masuk, tetapi oleh perbedaan standar dan prosedur. Karena itu, harmonisasi regulasi menjadi inti perjanjian perdagangan abad ke-21.
Puasa mengajarkan kita kepercayaan: percaya bahwa makanan yang kita konsumsi halal dan baik. Dalam sistem modern, kepercayaan itu dijaga oleh regulator, standar, dan sistem pengawasan. Ketika standar melintasi batas negara, kepercayaan pun menjadi lintas yurisdiksi.
Kepercayaan tidak hilang. Ia diperluas. Namun perlu diingat: kepercayaan publik tidak dibangun oleh perjanjian internasional. Ia dibangun oleh transparansi, akuntabilitas, dan integritas institusi.
Sejarah menunjukkan bahwa negara modern tidak runtuh karena satu kebijakan besar. Ia berubah melalui penyesuaian teknis yang tampak kecil: pengakuan standar, harmonisasi regulasi, integrasi sistem pengawasan.
Semua rasional. Semua efisien. Semua mempermudah perdagangan. Namun akumulasi perubahan tersebut membentuk wajah negara di masa depan.
Puasa mengajarkan kesederhanaan dan kepercayaan. Regulasi modern mengajarkan kompleksitas dan interoperabilitas. Di antara keduanya, negara harus memastikan bahwa perlindungan publik tetap kuat meski standar menjadi global.
Di balik produk yang kita konsumsi setiap hari, terdapat jaringan regulator, standar internasional, dan perjanjian perdagangan yang bekerja tanpa suara.
Dan di antara kesunyian itu, fungsi negara sedang berevolusi dari pengawas tunggal menjadi bagian dari sistem regulasi global.
Cak AT = Ahmadie Thaha
๐๐ข'๐ฉ๐ข๐ฅ ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฃ๐ฃ๐ถ๐ณ ๐ข๐ญ-๐๐ถ๐ณ'๐ข๐ฏ

Tidak ada komentar :
Posting Komentar